Menilik Keindahan Masjid Sehitlik Di Jerman

Di antara banyak masjid di Jerman, ada masjid yang sangat mengesankan dengan kubah masjid yang unik di Berlin, ibu kota Jerman. Itu disebut Masjid Sehitlik. Masjid ini terletak di Jalan Columbiadamm di distrik Tempelhof, sebuah area di pusat Berlin. Di kejauhan, dua menara kembar, koheren dan indah, muncul setelah masjid.

Raja Prusia pada saat itu, Frederick William III, memberikan tanah itu kepada Tempelhof sebagai tempat pemakaman. Sejak itu, tanah ini telah menjadi kuburan Muslim.

Seiring waktu, kompleks pemakaman terus berkembang menjadi 2.550 meter persegi. Selama Perang Dunia I, banyak prajurit Turki yang terluka dikirim ke Jerman untuk dirawat. Beberapa prajurit yang meninggal karena impotensi dimakamkan di pemakaman ini.

Dalam konteks ini, kompleks makam mengambil namanya dalam bahasa Turki Sehitlik, yang berarti pemakaman para martir. Baru pada 1983 sebuah masjid yang disebut Masjid Sehitlik dibangun secara umum.

Masjid Sehitlik mengalami renovasi besar pada tahun 1999. Perancang Masjid Sehitlik yang baru adalah seorang arsitek bernama Muharrem Hilmi Senalp. Ia juga dikenal sebagai arsitek yang merancang Masjid Jami di Shibuya, Tokyo. Oleh karena itu, ada kesamaan besar antara kedua masjid, terutama di dalam. Menampilkan gaya arsitektur Ottoman yang khas, Masjid Sehitlik, sekarang menonjol, adalah masjid berkubah dengan menara atap berbentuk kerucut.

Mengikuti gaya arsitektur Masjid Selimiye di Turki, kubah Masjid Sehitlik didukung oleh delapan kolom dan delapan setengah kubah. Masjid, yang juga berfungsi sebagai pusat budaya Islam, memiliki empat lantai. Di ruang bawah tanah, ruang bawah tanah digunakan sebagai ruang serba guna. Lantai dasar digunakan sebagai ruang konferensi dan ruang doa tambahan. Ruang sholat utama ada di lantai dua. Balkon lantai atas digunakan sebagai ruang doa untuk wanita dan ruang doa tambahan selama shalat Jumat. Luas total empat lantai adalah 1.360 meter persegi.

Memasuki ruang shalat utama, kita akan menikmati keindahan masjid dari dalam, dihiasi dengan berbagai motif klasik Ottoman klasik, termasuk mihrab berukir dan minbar marmer panjang sebagai tempat para pengkhotbah. Lampu hias besar tergantung dari kubah utama.

Bagian tengah kubah utama didekorasi dengan garis emas 23 karat Surat Al-Ikhlas. Kaligrafi Arab dihiasi dengan nama-nama Tuhan, Muhammad, Abu Bakar, Omar, Othman, Ali, Hassan dan Hussein, yang tertinggi dari delapan pilar utama yang mendukung kubah.

Sementara itu, dinding masjid dihiasi dengan kaligrafi Arab yang berbeda dan motif geometris atau bunga. Batu marmer yang digunakan untuk membangun masjid itu dibuat di pulau Marmara, sementara keramik diimpor dari kota Iznik, Turki.

Ketinggian menara dan kubah masjid, dekat Bandara Internasional Tempelhof, adalah masalah. Pemerintah setempat menggugat DITIB (Organisasi Persatuan Islam Turki) sebagai pembangun Masjid Sehitlik karena membangun menara dan kubah yang tidak mematuhi perjanjian awal. Ketinggian menara kembar masjid adalah 37,10 meter, sedangkan dalam perjanjian awal, ketinggian menara yang disepakati hanya 28,60 meter.

Ketinggian kubah, yang sekarang berdiri di 21,30 meter, adalah 4,10 meter lebih tinggi dari dekade awal. Karena itu, untuk mempertahankan pembangunan masjid ini, DITIB akhirnya membayar denda 80.000 euro, yang setara dengan sekitar 1,2 miliar rupee.

Total area kompleks Masjid Sehitlik adalah 2.805 meter persegi. Area ini termasuk bangunan masjid multi-fungsi, kantor manajemen masjid, pasar mini, kuburan dan taman.

Pusat keagamaan

Masjid adalah pusat kegiatan keagamaan bagi komunitas Muslim di Berlin, terutama bagi Muslim yang tinggal di wilayah Neukoeln dan Kreuzberg. Di masjid ini, kegiatan keagamaan selalu dilakukan seperti di masjid lain, seperti sholat Jum’at dan pengajian. Seringkali populasi non-Muslim pergi ke masjid ini ketika ada hari-hari terbuka atau waktu lain untuk mengenal Islam lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *